Kejahatan Cyber Crime

Cybercrime secara umum dapat diartikan sebagai sub katagori dari kejahatan komputer. Terminologi tersebut merujuk pada penggunaan internet atau jaringan komputer lainnya sebagai komponen dari kejahatan. Komputer dan jaringannya dapat dilibatkan dalam kejahatan terdiri dari beberapa jalan :

1. Komputer sebagai alat (computer as a tool)

2. Komputer sebagai media penyimpanan (computer as a storage device)

3. Komputer sebagai target (computer as a target)

Setiap ada perubahan paradigma dari penyalahgunaan komputer (computer abuse) kepada kejahatan komputer (cybercrime). Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perbedaan pendefinisian tersebut terkait dengan 5 (hal), yaitu:

(i) technology-based;

(ii) motivation-based;

(iii) outcome-based;

(iv) communication-based; dan

(v) information-based.

Pemahaman yang berdasar pada teknologi, memandang kejahatan tersebut dari teknologinya yaitu teknologi komputer. Pemahaman kedua adalah pemahaman yang berdasarkan pada motivasi atau dorongan pelaku tindak pidana (motivation-based) dari kejahatan komputer. 3 (tiga) katagori pelaku kejahatan yaitu:

(i) hacker dan phreaks, Motivasi utama kelompok ini adalah rasa keingintahuan bukan niat jahat.

(ii) Information merchants, mercenaries dan terrorist, Sementara kelompok kedua, motivasinya ekonomi yaitu mendapatkan keuntungan berupa uang.

(iii) exremist dan deviants. Sementara kelompok ini, motivasinya lebih ke arah politik dan aktivitas sosial. Sehingga dari ketiga kejahatan tersebut lebih lanjut menurutnya kejahatan dimaksud dapat dikelompokan menjadi 4 (empat), yaitu: (i) cyber-violance, (ii) Cyber-obsenity, (iii) cyber-theft, dan

(iv) cyber-trespass. Pemahaman keempat berdasarkan pada jaringan komunikasinya dibandingkan dengan perangkat komputernya (communication-based).

Para ahli hukum dan praktisi yang melihat kejahatan ini berdasarkan sistem komunikasinya berpedapat bahwa kejahatan ini dapat dikatagorikan menjadi beberapa jenis, misalkan:

(i) ilegal communication misalkan penyebaran virus, barang-barang hasil pelanggaran hak cipta, pornografi);

(ii) Unsolicited communication, misalkan Spam;

(iii) unauthorized communication, misalkan hacking, DdoS attack. Pemahaman terakhir adalah melihat kejahatan ini berdasarkan informasi (information-based).

Informasi dapat menjadi target dari para pelaku kejahatan bahkan motivasi untuk melakukan kejahatan. Informasi sebagai target misalkan data kartu kredit dari website keuangan yang di-hack. Pendefinisan cybercrime yang dianut dalam The Council of Europe Convention on Cybercrime. Apabila dilihat melalui pendekatannya maka konvensi ini mengantut pendekatan teknologi (technology-based) serta informasi (information-based). Kovensi tersebut secara subtansif membagi kejahatan komputer (cybercrime) menjadi empat, dimana disini direduksi menjadi tiga, yaitu: computer-related crime, content-related crime dan computer integrity offences.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: